Jumat, 02 Desember 2011

Tugas Perilaku Konsumen : Pengalaman Membeli Produk Pembersih Muka


Ketidakteraturan dan tidak komitmen dalam pemakaian produk kosmetika ternyata dapat memberi efek yang tidak baik bagi konsumen. Terlebih lagi jika produk tersebut digunakan di wajah. Kulit wajah merupakan area paling sensitif. Jika tidak menggunakan produk yang sesuai, bukan hal yang aneh jika suatu saat kulit akan rusak. Biasanya, pemakaian produk yang “asal-asalan” seperti ini sering dilakukan oleh remaja putri. Di usia ini, mereka rentan terpengaruh iklan dan suka ikut-ikutan trend yang ada.

Dan hal seperti itu juga pernah saya alami ketika masih menjadi siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada dasarnya, kulit wajah saya tergolong dalam kulit yang normal dan  tidak terlalu sensitif. Saya tidak memiliki jerawat di wajah, dan tidak memiliki pori-pori kulit wajah yang terlalu besar. Sebenarnya, mudah saja bagi saya memilih produk dari merek mana pun yang sesuai dengan kondisi wajah saya itu.


Namun pada saat itu, saya masih bisa dikatakan labil. Sehingga saya mudah  terpengaruh iklan dan ikut-ikutan teman. Berbagai jenis iklan produk kosmetika dari beragam brand yang ada acap kali membuat konsumen menjadi plin plan dalam membeli produk. Awalnya, saya membeli produk sabun pembersih muka yang bermerek “Biore Facial Foam”, dan selama beberapa waktu memakainya.  Lalu, saya mulai tidak komitmen. Saya mulai beralih ke brand lainnya seperti Wardah, Venus, Ponds, Clean and Clear. Saya suka membeli produk kosmetik yang memiliki packaging yang unik dan menarik. Terlebih lagi jika produk itu adalah brand yang terkenal dan diiklankan oleh model yang terkenal pula. Daya tarik iklan lah menjadi faktor utama yang mempengaruhi brain konsumen, seperti saya ini. Kemasan yang unik, belum tentu menunjukkan kualitas yang baik.

  Hingga suatu ketika, efek dari pemakaian yang tidak komitmen terhadap satu brand mulai terlihat. Wajah saya mulai berjerawat, flek-flek hitam muncul, dan muka saya mulai berminyak. Ini menjadi masalah baru bagi saya. Selama beberapa waktu, saya memutuskan untuk tidak memakai produk sabun pembersih muka dari merek mana pun. Kondisi saya pada waktu itu bisa dikatakan Refuse to buy the brand again, tidak membeli produk dari merek mana pun dan memulainya dari awal kembali. Saat itu lah, saya mulai mempelajari masalah yang timbul di wajah saya itu. Saya harus fokus terhadap satu brand saja. Kira-kira produk sabun pembersih muka yang seperti apakah yang cocok di muka saya ini? Apakah yang dari brand terkenal? Atau yang seperti apa?

   Saya pun mulai mencari tahu informasi apapun yang terkait dengan produk sabun pembersih muka dan mulai mempelajarinya. Tidak seperti dulu, menelan bulat-bulat informasi yang saya dapat dari iklan atau hanya ikut-ikutan teman. Di tahapan ini, saya dituntut untuk mengeksplor segala informasi yang saya ketahui dari diri saya sendiri terhadap produk-produk sabun pembersih muka yang ada dan mencari informasi lebih lanjut dari luar, yang disebut sebagai Internal dan Eksternal search.

     Berdasarkan pengalaman, di antara semua merek sabun pembersih muka yang pernah saya pakai, yang paling membuat saya nyaman adalah “Ponds Facial Foam”. Hanya saja, saya belum memakainya secara teratur.  Pengalaman ini menjadi internal search dalam diri saya, di mana mengacu pada pengetahuan akhir saya sebagai seorang konsumen yang masih tersimpan di dalam ingatan[1]. Sedikitnya, saya mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk merek Ponds itu.

      Tentunya, informasi tidak hanya berpatokan pada wawasan dari konsumen itu sendiri. Eksternal Search atau informasi yang datang dari luar terhadap suatu produk pun sangat diperlukan agar dapat memberi alternatif-alternatif lain. Oleh karena itulah, saya rajin melihat majalah-majalah kecantikan, membaca artikel-artikel dan menanyakan pendapat teman-teman. Dan ternyata, banyak di antara teman saya yang dominan memakai sabun pembersih muka Ponds dan juga Biore.

       Dari proses pengumpulan informasi itu, saya mendapat berbagai alternatif  pilihan dari produk sabun pembersih muka yang saya butuhkan. Contohnya saja Ponds, tersedia dalam varian yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya masing-masing. Seperti Ponds Clear Solution, Ponds White Beauty, dan Ponds Flawless White. Begitu juga Biore, tersedia dalam beberapa jenis seperti Biore BrightWhite Facial Foam, Biore Anti Agne dan lainnya.

        Dari alternatif-alternatif yang tersedia ini, saya mulai mengevaluasi. Dari segi harga, baik sabun pembersih muka Ponds ataupun Biore dua-duanya dapat dijangkau. Sedangkan dari segi desain dan packaging, saya lebih menyukai Ponds karena kemasannya unik dan cantik. Memang banyak produk sabun pembersih muka lainnya yang mungkin saja lebih bagus, seperti merek Oriflame atau Body Shop. Hanya saja, merek yang seperti itu bukanlah merek yang cocok digunakan oleh pelajar seperti saya. Harga mahal dan tak sesuai dengan isi kantong.    

       Mempertimbangkan risiko yang kemungkinan bisa saja muncul (Perceived Risk), menurut pengamatan saya atas teman-teman setelah mereka menggunakan sabun pembersih muka Ponds,  wajah mereka terlihat lebih bersih dan terawat dibandingkan teman-teman yang memakai sabun pembersih muka dari merek lain. Terlebih lagi, Ponds juga memiliki varian yang banyak sehingga memudahkan konsumen memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk saya yang ketika itu memiliki kulit wajah yang berjerawat dan memiliki flek-flek hitam, tentu saja cocok dengan jenis produk yang dapat mengatasi permasalahan itu. Hingga saya harus memilih yang tepat dan tidak asal-asalan agar tidak menimbulkan risiko yang tidak aman bagi kulit wajah.

     Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih dan membeli “Ponds White Beauty Facial Foam” sebagai sabun pembersih muka dan “Ponds Flawless White” sebagai pelembab.  Sejak saat itu, saya mulai memakainya secara teratur. Setia terhadap satu merek, meski dalam varian yang berbeda.[]


[1] Nugroho J.Setiadi, Perilaku Konsumen, Jakarta : Kencana,2008. Hlm.118

1 komentar:

  1. sebenarnya produk oriflame harganya tidak semahal yang kita pikirkan...

    memang terlihat mahal karena ukuran yang digunakan oleh oriflame adalah ukuran yang besar...

    apalagi untuk merawat wajah butuh waktu yang panjang...

    jika butuh informasi seputar oriflame kakak mau kok berbagi dan harga yang mereka tawarkan dengan hasil dan kualitas mendunia adalah harga termurah yang pernah ada :)

    kakak menggunakan produk aloevera untuk merawat wajah dan harganya sekitar 200rbuan satu paket lengkap, tapi 200 ribu itu bisa digunakan untuk empat-lima bukan pemakaian

    ehehehhehe bukan ngiklan, hanya berbagi pengalaman

    BalasHapus